Persemaian dan Penanaman Pohon KHDTK Carita Resmi Dibuka, Dorong Pemulihan Hutan dan Kesejahteraan Masyarakat

SHARE

Pandeglang, 1 April 2026 – — Program penanaman pohon berbasis kolaborasi internasional resmi dimulai di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 melalui kerja sama Indonesia–Norwegia.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan peresmian persemaian semi permanen serta dimulainya penanaman ribuan bibit pohon endemik. Program ini dikelola oleh Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan sebagai implementing partner.

Kepala Bidang Perencanaan dan Formulasi Pengembangan Hutan Berkelanjutan, Indiyah Hudiyani, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebelum penanaman dilakukan, pihaknya telah melaksanakan pemetaan partisipatif sejak November hingga Februari. Pemetaan tersebut mencakup lahan garapan serta calon lokasi tanam di beberapa petak kawasan.

“Terdapat tiga Kelompok Tani Hutan (KTH) yang terlibat, yaitu KTH Pasir Angin, Gorowong, dan Pematang Mangu dengan total 115 petani,” ujarnya.

Pada tahap awal tahun 2026, sebanyak 6.064 bibit pohon endemik akan ditanam. Jenis yang ditanam meliputi berbagai spesies kayu lokal bernilai ekologis tinggi seperti meranti, ulin, merbau, hingga angsana. Selain itu, program ini juga memberikan insentif berupa 900 bibit tanaman buah, yakni alpukat miki serta durian varietas monthong dan bawor, guna mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.

Untuk mendukung keberlanjutan program, telah dibangun persemaian semi permanen berukuran 9 x 12 meter dengan kapasitas produksi bibit yang memadai. Pemeliharaan tanaman juga dirancang secara sistematis, termasuk penyulaman sekitar 20 persen dari total bibit dalam kurun tiga bulan setelah penanaman. Antisipasi terhadap kondisi cuaca dilakukan melalui penggunaan hydrogel pada setiap lubang tanam.

Program ini juga menerapkan prinsip kehati-hatian lingkungan (safeguards), antara lain dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida serta mengutamakan bahan organik dan pupuk kandang.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan, Gun Gun Hidayat dalam sambutannya menegaskan pentingnya program ini dalam memperbaiki kondisi kawasan KHDTK Carita yang saat ini menghadapi berbagai tantangan.

“KHDTK Carita memiliki luas sekitar 3.469 hektare dan berfungsi sebagai daerah tangkapan air. Namun, terdapat sekitar 895 hektare lahan garapan oleh masyarakat yang belum sepenuhnya memenuhi aspek ekologis dan tata kelola yang baik,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut menjadi dasar untuk mendorong perbaikan melalui peningkatan tutupan hutan, kualitas ekosistem, serta penguatan kelembagaan masyarakat. Program ini menargetkan peningkatan serapan karbon sebagai kontribusi terhadap FOLU Net Sink 2030, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan.

Lebih lanjut, kegiatan ini dirancang tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga pada pengelolaan jangka panjang. Hingga tahun 2028, direncanakan sekitar 18 kegiatan pendukung, termasuk penguatan kelembagaan KTH, pengembangan usaha ekonomi produktif, serta pemanfaatan jasa lingkungan seperti wisata air.

“Keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh jumlah pohon yang ditanam, tetapi oleh kemampuan kita dalam merawat dan menjaga kawasan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Gun Gun juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan KHDTK Carita sebagai model pengelolaan hutan berkelanjutan berbasis partisipasi masyarakat yang dapat direplikasi secara nasional.

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pengelola kawasan konservasi, kelompok tani hutan, hingga mitra internasional. Diharapkan, upaya ini mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

***

Penanggung Jawab Berita :

Gun Gun Hidayat, Ph.D - Kepala Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan

Editor :

Ayun Windyoningrum, S.Hut., M.Sc – Analis Kebijakan Ahli Muda

Kontributor berita :

Tim Humas Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan