Penjajagan Kerja Sama Pengembangan Teknologi Lingkungan untuk Rehabilitasi Lahan Kritis
Bogor, 7 April 2026 – — Upaya pemulihan lahan terdegradasi di Indonesia kembali mendapat perhatian serius melalui rapat penjajagan kerja sama antara Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan (P2HB) dan PT Bumi Baru Indonesia Jaya. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Cendana, Bogor ini membahas prospek penerapan inovasi teknologi introduksi jenis serta teknik manipulasi lingkungan guna mendukung rehabilitasi kawasan hutan dan nonhutan.
Dalam rapat tersebut, kedua pihak menyoroti pentingnya pengembangan teknologi yang mampu meningkatkan keberhasilan penanaman, mempercepat pertumbuhan tanaman, serta menambah nilai ekonomi lahan, khususnya pada area kritis dan marjinal. Hal ini dinilai krusial mengingat lahan terdegradasi merupakan isu multidimensi yang berdampak langsung terhadap aspek ekologi, ekonomi, dan sosial masyarakat Indonesia.
Hasil pembahasan menunjukkan adanya peluang penerapan inovasi manipulasi kualitas lahan pada sejumlah kawasan, yakni KHDTK Carita, KHDTK Haurbentes, HP Gunung Dahu, dan HP Sobang. Implementasi awal direncanakan melalui pembangunan demplot sebagai media introduksi teknologi serta perbaikan struktur tegakan hutan agar mendekati kondisi normal.
Selain itu, pengembangan jenis tanaman pada lahan marjinal juga menjadi perhatian utama, dengan harapan dapat berfungsi sebagai sumber benih sekaligus meningkatkan produktivitas lahan. Tidak hanya itu, rapat juga membahas rencana penyusunan teknis penanaman untuk pembangunan model koridor gajah di KHDTK Benakat, sebagai bagian dari upaya konservasi yang terintegrasi.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat untuk menyusun draft Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Term of Reference (TOR) untuk masing-masing rencana kegiatan, dengan target penyelesaian pada Mei 2026.
Pihak PT Bumi Baru Indonesia Jaya menegaskan bahwa solusi yang ditawarkan tidak hanya berkontribusi pada penyerapan karbon dan pemulihan keanekaragaman hayati, tetapi juga menjadi strategi adaptasi perubahan iklim. Upaya ini diharapkan mampu membantu masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir, rawan pangan, serta wilayah dengan kondisi lahan yang telah terdegradasi.
Penjajagan ini menjadi langkah awal menuju kolaborasi strategis dalam menjawab tantangan rehabilitasi lingkungan secara berkelanjutan di Indonesia.
***
Penanggung Jawab Berita :
Gun Gun Hidayat, Ph.D - Kepala Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan
Editor :
Dr. Indiyah Hudiyani, S.Hut., M.Si. - Kepala Bidang Perencanaan dan Formulasi Pengembangan Hutan Berkelanjutan
Kontributor berita :
Tim Humas Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan