P2HB Perkuat Rekomendasi Kebijakan Kehutanan Berbasis Bukti
BOGOR – Data dan hasil kajian tidak cukup hanya menjadi pengetahuan yang tersimpan. Agar memberikan dampak nyata, data dan kajian perlu diterjemahkan menjadi rekomendasi yang tajam, akurat, dan dapat diterapkan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Semangat inilah yang diperkuat Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan (P2HB) melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Berbasis Bukti untuk Mendukung Kebijakan Kehutanan di Hotel Bigland Malabar, Bogor, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Technical Knowledge Management Hub (TKMH) Kehutanan yang dikembangkan P2HB untuk mengelola, mengkurasi, dan mengoptimalkan pemanfaatan data, hasil penelitian, kajian, serta pengalaman lapangan menjadi pengetahuan dan rekomendasi teknis yang mendukung perumusan kebijakan kehutanan.
Kepala P2HB Gun Gun Hidayat, Ph.D. mendorong peserta memanfaatkan Bimtek sebagai ruang untuk memperkaya pengetahuan sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menyusun rekomendasi teknis yang relevan dan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas.
Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan dan Formulasi Pengembangan Hutan Berkelanjutan, Dr. Indiyah Hudiyani, S.Hut., M.Si., menekankan pentingnya kemampuan mengidentifikasi persoalan, menganalisis bukti dan informasi, serta merumuskannya menjadi rekomendasi yang tajam, sistematis, dan implementatif.
“Semoga ini menjadi ajang pembelajaran bersama bagaimana menyusun policy brief yang bagus, yang akurat, dan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan serta saran kepada pimpinan dalam menetapkan suatu kebijakan,” ujar Indiyah sebelum memasuki sesi reviu policy brief.
Bimtek menghadirkan Dr. Frendy Ahmad Afandy, S.TP., M.Si., Analis Kebijakan pada Biro Manajemen Kinerja dan Kerja Sama, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, secara virtual. Sementara itu, materi secara langsung disampaikan oleh Dr. Yanto Rochmayanto, S.Hut., M.Si., dari Direktorat Kebijakan Lingkungan Hidup, Kemaritiman, Sumber Daya Alam dan Ketenaganukliran, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kedua narasumber memberikan penguatan mengenai analisis isu strategis, pemanfaatan bukti dan informasi, serta penyusunan rekomendasi teknis dalam bentuk policy brief. Materi kemudian dilanjutkan dengan sesi reviu terhadap delapan draf policy brief yang telah disusun oleh P2HB.
Delapan policy brief tersebut mengangkat sejumlah isu strategis kehutanan, antara lain pembaruan pengelolaan Petak Ukur Permanen (PUP) dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), penguatan TKMH, peningkatan peran laboratorium kehutanan, pangan hutan, tata kelola getah pinus di Aceh, pengembangan hasil hutan bukan kayu (HHBK) melalui teknologi inokulasi, serta evaluasi pengelolaan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) di Benakat, Carita, dan Samboja.
Sesi reviu menjadi ruang pembelajaran bersama bagi peserta untuk memperoleh masukan terhadap substansi, ketajaman analisis, penggunaan bukti, hingga perumusan rekomendasi agar policy brief yang dihasilkan semakin berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pengambilan kebijakan.
Peserta Bimtek berasal dari P2HB serta perwakilan analis kebijakan dari Pusat Pengembangan Sosial Ekonomi Masyarakat Hutan (P2SEMH), Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan (P2MABHK), dan Pusat Kebijakan Strategis (Pusjakstra).
Melalui kegiatan ini, P2HB menargetkan lahirnya rekomendasi kebijakan yang akurat, berbasis bukti, dan implementatif. Upaya tersebut sekaligus memperkuat peran pengetahuan sebagai jembatan antara data, kajian, dan kebutuhan pengambilan keputusan dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
***
Penanggung Jawab Berita :
Gun Gun Hidayat, Ph.D - Kepala Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan
Editor :
Dr. Indiyah Hudiyani, S.Hut., M.Si. - Kepala Bidang Perencanaan dan Formulasi Pengembangan Hutan Berkelanjutan
Kontributor berita :
Tim Humas Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan