P2HB Perkuat Kolaborasi Pengembangan Persuteraan Alam bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya
Bogor, 4 Agustus 2026 – – Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan (P2HB) Kementerian Kehutanan menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang dipimpin oleh istri Wakil Bupati Tasikmalaya, Hj. Kifayati N., didampingi Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VI Provinsi Jawa Barat, Yayasan Al Kautsar 561, serta jajaran, Selasa (4/8). Kunjungan ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi dalam pengembangan hasil hutan bukan kayu (HHBK), khususnya persuteraan alam, sebagai salah satu peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut koordinasi sebelumnya untuk mempelajari pengembangan persuteraan alam agar dapat diadopsi sesuai potensi wilayah khususnya di Kabupaten Tasikmalaya.
Kepala P2HB, Gun Gun Hidayat, Ph.D., menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan bahwa P2HB selalu terbuka untuk bersinergi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi kehutanan yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah maupun para pemangku kepentingan.
Menurutnya, pengembangan HHBK, seperti sutera alam dan gaharu, tidak hanya memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi juga mampu mendorong pengelolaan hutan yang berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat.
"Kami mengapresiasi kunjungan ini sebagai bentuk sinergi yang baik. P2HB siap mendukung transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam budidaya sutera alam Indonesia serta pengembangan gaharu melalui teknologi inokulan. Harapannya, inovasi yang telah kami kembangkan dapat diimplementasikan sesuai dengan potensi daerah," ujar Gun Gun.
Senada dengan hal tersebut, Hj. Kifayati N. menyampaikan apresiasi atas sambutan dan kesempatan belajar secara langsung di P2HB. Ia menilai berbagai inovasi yang diperkenalkan dapat menjadi referensi dalam mengembangkan komoditas HHBK di Kabupaten Tasikmalaya.
"Kunjungan ini memberikan banyak wawasan dan pengalaman bagi kami. Semoga setelah ini terjalin kolaborasi yang berkelanjutan, terutama dalam hal transfer pengetahuan pengembangan persuteraan alam, sehingga dapat menjadi sumber ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya," ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan HHBK di daerah, P2HB menyerahkan 100 bibit tanaman gaharu beserta inokulan gaharu kepada rombongan. Bantuan tersebut merupakan salah satu inovasi yang telah dikembangkan P2HB sebagai alternatif komoditas kehutanan bernilai ekonomi yang berpotensi dikembangkan di Kabupaten Tasikmalaya.
Sebelum memasuki sesi pertemuan, rombongan terlebih dahulu diajak berkeliling mengunjungi Laboratorium Anatomi Lignoselulosa, Xylarium Bogoriense, dan Herbarium untuk melihat secara langsung berbagai fasilitas penelitian serta koleksi ilmiah yang dimiliki P2HB. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Laboratorium Sutera Alam Indonesia (LSAI). Di sana, tim P2HB memperkenalkan proses pengembangan persuteraan alam secara menyeluruh, mulai dari penyediaan bibit murbei, budidaya ulat sutera, produksi kokon, hingga potensi hilirisasi produk dan pengembangan usaha berbasis sutera alam. Rombongan juga meninjau Laboratorium Alba, Laboratorium Indica, dan Laboratorium Cathayana, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya di LSAI. Selain memperoleh penjelasan mengenai proses budidaya, para peserta berkesempatan mencicipi berbagai produk olahan murbei, seperti keripik daun murbei dan teh murbei, sebagai salah satu contoh diversifikasi produk hasil hutan bukan kayu.
Melalui kunjungan ini, P2HB berharap transfer pengetahuan dan teknologi yang telah dibagikan dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam mengembangkan persuteraan alam sesuai karakteristik wilayahnya. Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diharapkan terus terjalin untuk mendorong lahirnya komoditas kehutanan bernilai tambah yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
***
Penanggung Jawab Berita :
Gun Gun Hidayat, Ph.D - Kepala Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan
Editor :
Pratiara Lamin, S.Hut.M.Si – Kepala Bidang Fasilitas Penerapan Pengembangan Hutan Berkelanjutan
Kontributor berita :
Tim Humas Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan